Mengenal CEO, CFO, CIO, CTO, CSO, CCO, CKO dan CMO

Sumber: slidesharecdn.com

Sumber: slidesharecdn.com

CEO (Chief Executive Officer) CEO (Chief Executive Officer) atau disebut juga sebagai Direktur Pelaksana/MD (Managing Director) adalah pejabat perusahaan level atas (eksekutif) atau administrator yang diberi tugas manajemen secara total terhadap suatu organisasi. CEO lebih sering (tapi tidak selalu) juga merupakan pimpinan perusahaan.Seseorang yang ditunjuk sebagai CEO sebuah korporasi, perusahaan, organisasi, atau lembaga biasanya melapor pada Dewan Direktur. Ada 4 pekerjaan CEO yang membedakannya dengan posisi lain di organisasi. Pertama, merumuskan pihak pihak luar yang benar benar berarti bagi organisasi alias ‘the meaningful outside’. Harus ditetapkan mana yang betul-betul berarti, meskipun ada beberapa stakeholder, yang paling dianggap penting adalah konsumen. Jadi kalo ada konflik satu sama lain, penyelesaiannya dengan mengutamakan pihak yang paling penting, yaitu konsumen. Kedua, memutuskan mana bidang yang akan digeluti dan mana yang tidak. Tidak semudah yang dibayangkan, banyak CEO yang tidak mampu fokus dan serakah menginginkan terlalu banyak bidang. Contoh: P&G rela melepaskan produk selai kacang ‘Jiff’, karena dianggap tidak sanggup mendongkrak citra P&G sebagai pemain global, karena hanya orang US yang suka selai kacang. P&G juga secara tegas memutuskan untuk fokus pada produk produk laundry, pembalut bayi, perawatan rambut dan wanita saja. Karena secara strategic cocok dengan sasaran dan kompetensi mereka. Ketiga, kemampuan menyeimbangkan kepentingan saat ini dan masa depan. Dengan cara menetapkan target pertumbuhan yang realistis namun mantab. Contoh: Lafley, CEO P&G mengkoreksi target pertumbuhan financial ke angka angka yang lebih realistis. Langkah tsb awalnya tidak populer dimata Wall Street, namun Lafley yakin nantinya akan menjadi lebih sehat secara jangka panjang. Di bidang pengembangan organisasi Lafley bahkan terlibat secara langsung thd rencana karier dari 150 calon pemimpin potensialnya, karena dia percaya bahwa merekalah masa depan dari kelangsungan bisnis P&G. Dan Keempat, mempertajam nilai nilai dan standar standar perusahaan. Nilai nilai perusahaan merupakan cerminan identitas kolektif perusahaan. Jika ingin sukses, maka nilai nilai perusahaannya haruslah terhubungkan dengan ‘meaningful outside’ serta relevan untuk saat ini dan masa mendatang. Sementara standar perusahaan merupakan harapan yang ditetapkan organisasi. Dalam sejarahnya, P&G merumuskan ‘trust’ (kepercayaan) sebagai nilai perusahaan. Peran CEO adalah unik, CEO adalah pimpinan bisnis yang harus mampu menjadi ‘jembatan’ antara dunia luar dan dunia dalam organisasi.

CFO (Chief Financial Officer) CFO (Chief Financial Officer) terkadang juga merupakan seorang bendahara perusahaan. Bagi banyak perusahaan CFO dilihat sebagai orang penting nomor dua dalam perusahaan (karena dalam mengelola hasil kuartalan sering tergantung pada pemahaman akan pembukuan keuangan). Intinya, CFO adalah pejabat perusahaan yang bertanggung jawab atas keuangan perusahaan.

CIO (Chief Information Officer) CIO (Chief Information Officer), merupakan jabatan yang relative baru relatif di jajaran ‘top executive’ perusahaan. Bertanggung jawab untuk sistem informasi internal perusahaan, terutama dengan kehadiran internet, terkadang bertanggung jawab atas infrastruktur bisnis elektronik perusahaan.

CTO (Chief Technology Officer) CTO (Chief Technology Officer), merupakan jabatan pendatang baru lainnya dalam jajaran eksekutif puncak perusahaan. Jabatan ini bisa jadi merupakan dilihat sebagai posisi yang penting kedua atau ketiga khususnya di banyak perusahaan berbasis teknologi. CTO bertanggung jawab untuk penelitian dan pengembangan serta untuk perencanaan produk baru.

CSO (Chief Security Officer) CSO (Chief Security Officer), bertanggung jawab atas sistem bisnis dan keamanan komunikasi perusahaan.

CCO (Chief Compliance Officer) CCO (Chief Compliance Officer), bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan dan karyawan telah sesuai dengan kebijakan internal perusahaan dan peraturan pemerintah yang berlaku.

CKO (Chief Knowledge Officer) The CKO (Chief Knowledge Officer) bertanggung jawab untuk manajemen pengetahuan organisasi.

CMO (Chief Marketing Officer) Seorang Chief Marketing Officer (CMO) adalah seorang eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab atas kegiatan pemasaran dalam suatu organisasi. Posisi ini paling sering melapor kepada CEO.

(Berbagai sumber)  

Salam,

AW

First published on 09/10/2012, 19:27 WIB Migrated from my old blog (asrwulandari.blogspot.com)

Naskah yang Diinginkan Penerbit

Sumber: kaskus.co.id

Sumber: kaskus.co.id

Kesal dengan naskah yang tidak juga selesai karena diri sendiri terlalu perfeksionis, sehingga menerka-nerka apa sih yang membuat naskah dianggap layak terbit itu? Setelah saya telusuri akhirnya penjelasan dari Pak Anwar Holid berikut ini bisa dijadikan acuan, buat saya, buat teman-teman dan siapapun juga yang ingin berjaya dalam dunia tulis menulis.

Kalau diberi kesempatan, naskah seperti apa yang akan kamu terbitkan?

Jawabannya: aku mau menerbitkan semua buku yang aku inginkan.

Mimpi! Kenyataan tak semudah itu. Penerbit merupakan lembaga bisnis yang bertaruh dengan uang. Ia berhitung untung-rugi. Setiap penerbit punya selera dan ketentuan sendiri. Jujur, penerbit manapun lebih suka menerbitkan naskah yang sudah dijamin biaya produksinya, misal oleh penulis sendiri, pemodal, atau pihak lain yang berkepentingan daripada harus menerbitkan naskah yang pasarnya belum jelas, butuh energi, dan biaya besar untuk balik modal.

Kecenderungan ini terbukti dari banyaknya naskah pesanan, padahal editor sudah kerap memberi tahu bahwa naskahnya tidak layak dan teknik penulisannya payah. Tapi karena penerbit pasti mendapat untung tanpa perlu susah-susah menjualnya, naskah itu tetap harus terbit, bahkan kerap dirayakan dengan gegap gempita.

Buku yang terbit kadang-kadang tak ada hubungannya dengan naskah baik atau buruk. Sering penerbit hanya butuh naskah laku, yang langsung bisa meyakinkan bakal mendatangkan uang, menghasilkan bonus, terjual ratusan ribu kopi, dan memasarkannya dengan semangat. Mau naskah sebagus apa pun, semulia apa pun, kalau dinilai tak mendatangkan untung tak bakal diterbitkan. Kalau terpaksa diterbitkan, entah oleh penerbit profesional atau self-publishing, hasilnya sama saja: buku itu menumpuk bertahun-tahun, sebelum akhirnya akan dikilo ke tempat loak. Naskah bagus bisa berbeda dengan naskah laku, dan itu merupakan misteri bagi semua pemain industri perbukuan, meski penerbit terus berusaha menaklukannya.

Banyak buku yang dilecehkan sebagian pembaca ternyata laris di pasar, jadi bestseller, dicetak puluhan kali, mendatangkan untung miliaran rupiah bagi penerbit dan penulis. Penerbit kerap lebih tertarik dengan naskah yang punya potensi jadi bestseller daripada naskah yang dianggap baik. Untuk mendapat naskah bestseller penerbit bahkan berani menyewa penulis dan membayar kontan. Orang boleh saja menghina-hina sebuah buku rendah mutunya, kosong isinya, ditulis biasa saja, bahkan mungkin merupakan pseudosains utak-gatik-gatuk, tapi kalau buku itu laku, silakan gigit jari orang yang menghina-hina itu. Setiap buku laris pasti bakal ada susulannya; penerbit lain sangat ingin mendapat naskah sejenis itu. Penerbit selalu mencari momen bestseller, bagaimanapun caranya.

Kalau begitu, naskah seperti apa yang bisa terbit?

Jawabannya jelas naskah yang bakal laku bila jadi buku.

Jawaban ini bisa sangat beragam bentuknya, sebab penerbit punya pernyataan bisnis masing-masing bahkan bisa tak malu-malu mengkhianati pernyataan itu. Contoh: ada penerbit yang berafiliasi dengan Islam malah menerbitkan buku tentang seorang Yahudi yang dianggap menghancurkan dunia Islam. Kenapa penerbit ini mau menerbitkannya? Karena dia ingin memetik keuntungan dari buku itu.

Naskah yang bisa menarik perhatian penerbit biasanya punya ciri sebagai berikut:

  1. Ditulis dengan rapi.

Ini syarat mutlak. Selera editor biasanya langsung rusak bila melihat naskah yang terlalu banyak salah eja. Bila seleranya rusak, dia akan lebih kesulitan lagi menemukan permata dalam naskah itu. Wah, bukankah memperbaiki dan memoles kesalahan naskah itu tugas editor? Benar. Tapi penulis harus menolong diri sendiri dulu. Penulis dilarang membebankan persoalan elementer ini pada editor. Di sinilah pentingnya penulis harus berusaha mengetik secara disiplin dan akurat, kalau bisa tanpa kesalahan satu pun.

  1. Subjek (isi) tulisan itu jelas.

Penulis mestinya mengusung ide tertentu yang fokus. Ia mau bicara apa? Bagaimana cara dia menyampaikan pemikiran? Kalau bertele-tele, banyak menyertakan hal irelevan, malah membuat kabur persoalan, editor bisa langsung menolak naskah itu atau mencorat-coretnya. Kalau cara penyampaiannya kurang greget, sementara ide ceritanya biasa, naskah itu akan mudah diabaikan. Sebaliknya, meski ide ceritanya biasa, namun disampaikan secara unik, atraktif, dengan sudut pandang menarik, kemungkinan besar naskah itu masih tetap bisa memikat. Isi naskah merupakan perhatian utama editor, sebab pada dasarnya itulah yang akan ia kemas menjadi buku yang bisa dijual, bisa ditawarkan kepada calon pembaca.

Jonathan Karp, seorang editor berpengalaman di Amerika Serikat, menyatakan: “Kami akan mati-matian berusaha menerbitkan buku yang luar biasa, karya penulis yang memiliki perspektif unik, otoritasnya diakui, dan mampu menarik perhatian orang. Karya yang bisa menjelaskan mengenai budaya kita. Ia mesti bisa menerangi, menginspirasi, memancing emosi pembaca, sekaligus menghibur. Pendapat, otoritas, maupun subjek buku itu harus tunggal, istimewa, luar biasa.”

Noor H. Dee, editor di LPPH, berpendapat bahwa sebuah naskah pantas diterbitkan bila memiliki nilai kebaruan dan keunikan. Pembaca juga harus bisa mendapatkan manfaat dari naskah tersebut. “Saya lebih memilih naskah yang sedang hip (digemari) di pasaran, sebab trend pasar juga jadi pertimbangan saya,” demikian ujarnya.

  1. Punya nilai lebih atau keunggulan yang bisa ditonjolkan.

Ini berguna bila subjek bahasan penulis serupa dengan penulis lain, atau topik itu sudah dibahas banyak buku lain. Apa yang ditawarkan naskah ini, misalnya apa rahasia yang belum terungkap penulis lain, temuan baru, efektivitas, bahkan hal-hal sepele yang mungkin bisa diunggulkan sebagai nilai jual.

Contoh kasus: Isi Outliers (Malcolm Gladwell) kalau dilihat-lihat sangat klise, berisi pandangan manusia tentang kesuksesan. Buku motivasional atau how-to sudah membicarakannya dari banyak sisi. Tapi kenapa Outliers tetap bisa menonjol secara luar biasa dan jadi bestseller gila-gilaan? Bisa jadi karena dua hal:

(1) teknik penulisannya hebat dan lincah sekali.

(2) cara berpikir Gladwell unik dan cara dia menarik kesimpulan mengejutkan.

Carol Meyer dalam The Writer’s Survival Manual menyebut ada tujuh faktor yang sering jadi pertimbangan editor dalam meloloskan naskah, yaitu:

  1. Apa naskah ini cocok dengan buku-buku terbitan sebelumnya? Apa penerbit pernah sukses dengan buku seperti ini? Kalau tidak, apa ada celah baru yang masuk akal untuk menerbitkan naskah ini? Bagaimana menjualnya?
  2. Apa subjek buku itu akan bisa dia edit dengan nyaman? Kalau harus outsource, apa biayanya terjangkau?
  3. Apa editor punya waktu untuk mengeditnya?
  4. Apa naskah itu ditulis dengan baik?
  5. Bagaimana kompetisi naskah sejenis di pasar?
  6. Apa subjek naskah itu sedang populer, membuka subjek baru, atau punya kemungkinan melahirkan trend baru?

g, Apa penerbit sanggup membiayai ongkos produksinya?

****

Tak ada yang suci di dunia penerbitan. Sebuah naskah bisa terbit karena belasan alasan dan kondisinya macam-macam. Apalagi naskah apa pun bisa dipoles dan direvisi. Bahkan kerap terjadi naskah yang sebenarnya belum layak pun bisa dipaksa terbit bila ada pihak yang menginginkan atau mau membiayainya. Ingatlah buku-buku buruk yang pernah kita baca. Standarnya ialah asal naskah itu memenuhi syarat tertentu, masuk kategori cukup (tidak memalukan bila diterbitkan) , bisa diupayakan, ada sesuatu yang ingin dikejar, maka naskah itu niscaya bakal terbit.

Sederhananya, bila editor menilai bahwa naskah yang dibacanya sudah cukup bagus, cukup yakin bahwa naskah itu punya nilai jual, ia akan meloloskan dan mengusulkan untuk diterbitkan. Kalau naskah disiapkan dengan baik, itu sudah cukup untuk menjadi bahan buku yang memadai. Perkara bestseller, siapa yang tahu. Banyak buku bestseller kualitas isinya biasa saja. Ada buku yang isinya bermutu tapi tak laku. Secara umum, Dari dulu buku bestseller itu tipikalnya sama: penulisannya populer, isinya mudah dipahami, cukup “ringan” waktu dibaca, menggugah (inspirasional) , memberi wawasan yang segar, simpel, berorientasi pasar, bisa memenuhi selera umum seluas mungkin.

Kalau Anda mau menulis buku yang berpeluang jadi bestseller, menulislah secara populer dan informal. Pelajarilah cara menulis yang efektif-efisien. Belajarlah dari buku laris, bergurulah pada penulis, instruktur menulis, atau penerbit yang tergila-gila pada buku bestseller.

Salah satu faktor bestseller ialah karena buku itu ditulis oleh seorang ahli di bidang tertentu dan dia mampu menggunakan keahlian atau wawasannya sebagai basis untuk meyakinkan pembaca, bukan untuk pamer pengetahuan atau justru menonjol-nonjolkan betapa tinggi ilmunya. Alasan ini mungkin masih kabur. Konkretnya: carilah naskah karya seorang ahli di bidang tertentu, ditulis secara populer, banyak memiliki insight, dan segar, mungkin ia bakal mudah jadi buku bestseller.

Fakta ada banyak naskah yang awalnya ditolak puluhan editor, gagal diterbitkan penerbit tertentu, namun begitu diterima dan diterbitkan pihak lain ternyata mendapat pengakuan hebat di mana-mana, dikritik habis-habisan, atau akhirnya jadi bestseller mestinya membuka mata dan menyemangati penulis bahwa naskah yang baik itu pasti layak diterbitkan dan punya nilai jual. Karena itu teruslah menulis dan berkarya.

~ keep your hand moving ~

Sumber : Tulisan dari *Anwar Holid (editor, penulis, dan publisis).

Salam,

AW

First published on 10/01/2012, 14:40 WIB

Migrated article fromm my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Dari Angiografi ke Radiologi Intervensional

Sumber: mitrakeluarga.com

Sumber: mitrakeluarga.com

Ilmu kedokteran selalu menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu yang setiap saat mempengaruhi pengetahuan kita dan dapat merubah strategi kita dalam diagnostik dan terapi. Misalnya saja perkembangan Angiografi ke Radiologi Intervensional.

Angiografi merupakan prosedur diagnostik Radiologi untuk pencitraan pembuluh darah dengan menyuntikkan zat kontras yang akan terlihat pada pemeriksaan X-ray. Seiring perkembangan waktu dan teknologi baik USG maupun juga CT dan MRI, prosedur diagnostik sebagian besar sudah dapat menggantikan angiografi yang sekaligus bertujuan untuk terapi dan merupakan salah satu bagian terpenting dari Radiologi Intervesional. Banyak sekali prosedur terapeutik yang dapat dilakukan dengan Radiologi Intervesional. Berikut beberapa diantaranya:

Catheter Angiography

Angiografi merupakan prosedur yang minimal invasif dan kebanyakan menggunakan micro-catheter yang lebih fleksibel yang memungkinkan untuk melakukan manuver sampai ke pembuluh darah yang kecil diseluruh tubuh kita.

Salah satu indikasi untuk melakukan angiografi adalah identifikasi adanya aneurysma (dilatasi pembuluh darah seperti kantung) baik di kepala/otak dan pada aorta thoracoabdominalis maupun juga pada pembuluh darah lainnya diseluruh tubuh.

Angioplasti dan vascular stenting

Sumber: husadautamahospital.com

Sumber: husadautamahospital.com

Angioplasti dengan atau tanpa Ilmu kedokteran selalu menunjukkan perubahan dari waktu ke waktu yang setiap saat mempengaruhi pengetahuan kita dan dapat merubah strategi kita dalam diagnostik dan terapi. Misalnya saja perkembangan Angiografi ke Radiologi Intervensional. vascular stenting merupakan tindakan/prosedikur minimal invasif yang dilakukan untuk memperbaiki aliran darah pada beberapa kondisi, yaitu stenosis/penyempitan pembuluh darah maupun juga pada pada oklusi (thrombus dan emboli).

Pada prosedur ini digunakan catheter yang mempunyai balon diujungnya dan dapat dikembangkan di dalam pembuluh darah di daerah yang menyempit atau teroklusi. Setelah penyempitan tersebut dapat diatasi dan dilebarkan kembali dengan balon, maka sesudahnya dapat dipasang stent untuk mendapatkan hasil yang lebih baik dan lebih lama. Prosedur ini sering dilakukan pada pasien jantung dengan coronary artery disease (CAD), pada peripheral artery disease (PAD) dan pada renal vascular hypertension.

Catheter embolisasi

Embolisasi merupakan terapi minimal invasif yang bertujuan menyumbat satu atau beberapa pembuluh darah menggunakan medikasi, material synthetic/embolic agents atau juga metal spiral/coil. Embolisasi dilakukan pada perdarahan intestinal (usus), menstruasi berkepanjangan pada myoma uteri, embolisasi pada tumor yang sering kali dilakukan setelah injeksi chemotherapy intra-arterial, arteriovenous malformastion (AVM) dan arteriovenous fistula (AVF), pada aneurysma maupun juga pada varicocele untuk pengobatan infertilitas. Embolisasi aneurysma dan fistula pada otak biasanya menggunakan satu sampai beberapa coils (soft metal coils) dan merupakan tindakan yang minimal invasif untuk mem-block dan mencegah terjadinya rupture pada aneurysma maupun juga untuk mengoklusi kanal pada anteriovenous fistula.

Catheter thrombolysis

Thrombolysis merupakan tindakan terapi untuk melarutkan darah yang membeku dan menyumbat pembuluh darah sehingga terjadi rekanalisasi pembuluh darah tersebut. Prosedur ini menempatkan catheter sampai ke daerah pembuluh darah yang tersumbat, sehingga hanya membutuhkan dosis obat pelarut yang relative rendah untuk dapat melarutkan darah beku tersebut. Catheter thrombolysis sering dilakukan pada pasien stroke maupun pada thrombosis pada pembuluh darah paru, ginjal dan usus apabila masih pada fase awal.

TA CI dan TA CE

Sumber: mitrakeluarga.com

Sumber: mitrakeluarga.com

Transarterial chemotherapy injection (TACI), yaitu penyuntikan obat-obat antikanker langsung melalui catheter yang terpasang pada pembuluh darah organ yang terkena kanker. Dengan micro-catherer, penyuntikan obat langsung ke tumor dan lebih efektif dengan dosis yang lebih rendah. Sedangkan Transarterial chemotherapy embolization (TACE) adalah prosedur embolisasi yang dilakukan setelah TACI dengan menyumbat pembuluh darah yang mendistribusikan darah ke tumor agar meningkatkan efektivitas dari injeksi chemotherapy, dan sel-sel tumor mengalami kepunahan dengan terhentinya supply darah ke tumor.

Baik TACI maupun TACE pada umumnya dilakukan pada tumor-tumor di hati. Sebenarnya masih banyak tindakan dan prosedur yang dapat dilakukan dengan Interventional Radilology, termasuk juga yang diluar angiografi. Mudah-mudahan uraian di atas dapat memberikan gambaran sekilas tentang apa yang dapat kita lakukan dengan angiografi interventional.

Seperti ditulis pada jurnal Teknomedik oleh Dr. Med. Lucman Adji Saptogino, Sp.Rad (K), Sp.K.Dokter Spesialis Radiologi dan Kedokteran Nuklir RS Pondok Indah

Salam,

AW

First published on 05/01/2012, 13:53 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Ketika Marketing 3.0 Tiba!

Saat ini kita hidup di dunia yang baru di mana krisis dan chaos menjadi ‘menu makanan’ sehari-hari. Lingkungan bisnis semakin complex, penuh dengan kekacauan.

Di kurun waktu sepuluh tahun terakhir, kita sudah melihat betapa hebatnya badai-badai dan kekacauan yang terjadi di lingkungan bisnis mulai dari krisis ekonomi di Asia, meledaknya balon dot-com, skandal pelaporan keuangan (contoh Enron dan Worldcom), gerakan teroris, gerakan anti-globalisasi, perubahan iklim, krisis energi, krisis pangan, skandal investasi, sampai resesi perekonomian global tahun 2008.

Di tengah berbagai macam badai dan munculnya Scumbag Millionaire mulai dari Jeffrey Skilling (Enron) sampai Bernard Madoff yang telah menghasilkan 50 triliun dollar AS dari investasi berskema Ponzi (atau skema piramid), langkah bisnis perusahaan terus menjadi sorotan publik. Tingkat kepercayaan diri di internal perusahaan terus menurun. Tingkat kepercayaan publik terhadap perusahaan juga terus menurun. Dan celakanya lagi, teknologi new-wave yang memperluas jaringan media informasi, menjadikan dunia semakin transparan, sehingga sudah semakin susah bagi perusahaan untuk memutup aib dirinya.

Publik membutuhkan aktivitas dan proses bisnis yang didasari oleh prinsip dan nilai-nilai yang lebih etis dan fair. Kini tidak cukup lagi bagi perusahaan untuk searching for excellence, karena di tengah perubahan lanskap seperti sekarang yang menjadi keharusan adalah searching for meaning.

Di tengah badai-badai krisis dan jatuhnya reputasi perusahaan, sudah saatnya bagi pemasar adalah meninjau ulang dan menjual nilai-nilai, prinsip, dan karakter yang dimiliki dan dijunjung-tinggi, agar dapat tampil stand-out dan terus berupaya senantiasa meninggalkan warisan bagi masyarakat.

Marketing 3.0

Di era sekarang, pemasaran saat ini tidak hanya diterjemahkan dalam pengertian positioning, diferensiasi dan merek yang dibungkus dalam identitas merek, integritas merek, dan menghasilkan citra merek. Dunia pemasaran perlu menunjukkan nilai-nilai (spiritual) dalam pemasaran.

Nilai-nilai yang ditebarkan itu diyakini tidak hanya mendongkrak profit tetapi juga menjamin kelanggenan dan penguatan karakter brand, sekaligus membentuk diferensiasi yang tidak tertandingi.

Di dalam buku ”Marketing 3.0: Values-Driven Marketing” Philip Kotler dan saya mengatakan, perusahaan seharusnya tidak hanya memasarkan produk dengan manfaat fungsional ataupun manfaat emosional, melainkan harus pula menonjolkan manfaat spiritual.

Pendekatan pemasaran berbasis nilai ini diyakini akan memperoleh hasil yang berbeda. Karena perusahaan atau pemilik merek tidak sekadar memberikan kepuasan atau mengincar profitabilitas, melainkan memiliki compassion, dan keberlanjutan. Model bisnis yang menyeimbangkan pencetakan profit dan tanggung jawab sosial seperti itu sungguh didambakan oleh banyak pemain bisnis.

Kita tahu bahwa, perjalanan waktu telah membuat model pemasaran berubah, dari Marketing 1.0 ke Marketing 2.0 – dari product centric ke customer-centric era. Dan sekarang marketing telah mentransformasi diri ke dalam human-centric era. Itulah yang dikatakan sebagai Marketing 3.0.

   Perbandingan Antara Marketing 1.0, 2.0, dan 3.0

Sumber : marketingweb.es

Sumber : marketingweb.es

Marketing 1.0 mengandalkan rational intelligent: Produk bagus, harga terjangkau. Konsumen memilih produk berdasarkan tinggi-rendahnya harga yang ditawarkan produsen. Pada level ini konsumen sangat mudah berpindah.

Marketing 2.0 berbasiskan emotional intelligent: Sentuhlah hati customer. Meski suatu produk lebih mahal dibanding yang lain, tapi tetap dipilih konsumen, sebab ia sudah memiliki ikatan emosional dengan produknya.

Marketing 3.0 berdasarkan spiritual intelligent: Lakukan semua dengan Nilai-Nilai Universal seperti kasih dan ketulusan maka profit akan datang. Pada tahap ini, merek telah menjadi “reason for being.” Karena merek itu maka si konsumen diakui keberadaannya.

Values-driven marketing adalah model untuk Marketing 3.0, yang melekatkan nilai-nilai pada misi dan visi perusahaan. Gagasan ini akan memperbaiki persepsi publik terhadap marketing dan membimbing perusahaan dan pemasar untuk menginkorporasikan visi yang lebih manusiawi dalam memilih tujuan mereka.

Marketing 3.0 ini akan terlihat dari seberapa dalam hubungan hubungan produsen dengan konsumen atau stakeholder-nya. Wujud spiritualisme adalah bagaimana mencintai jejaring stateholder bisnis kita dengan modal dan menjunjung tinggi kejujuran. Jika sudah sampai tahap spiritual sedemikian itu, hubungan antara perusahaan dengan siapapun yang berkepentingan, apakah itu konsumen, karyawan, supplier, akan langgeng terus.

Marketing 3.0 inilah yang merupakan cikal bakal pemikiran bahwa pada akhirnya marketing menjadi horisontal, di mana sisi humanisme si pemasar membuat pasar menjadi datar. Artinya, tidak ada perbedaan status antara Marketer dan Customer. Marketer dan Customer sama rata. Marketer sudah berbaur dengan Customer-nya.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber.Kompas.

Salam,

AW

First published on 18/12/2011, 18:34 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Tips Menulis Online

Sumber: paidonlinewritingjob.com

Sumber: paidonlinewritingjob.com

Bila Anda adalah seorang penulis online, pasti Anda tahu bahwa menulis secara online tentulah memiliki suatu ruang tersendiri. Mungkin Anda mencoba menulis tentang bisnis dengan harapan mendapatkan pendapatan tambahan atau Anda ingin menjadi penulis lepas, tapi terkadang tantangan menghampiri mimpi menulis Anda. Dengan sedikit rencana, motivasi yang tinggi dan kerja keras, Anda akan dapat meraih tujuan dengan mendatangkan banyak pendapatan dari menulis. Berikut ini beberapa tips menulis yang dapat membantu Anda memaksimalkan waktu menulis Anda secara online.

Ciptakan ‘batasan’ dengan Teman dan Keluarga Anda

Sangat disayangkan, banyak orang yang bekerja ‘nine to five’  tidak memahami  bahwa menulis justru memerlukan waktu yang lebih lama, dedikasi dan tentu saja usaha yang bisa jadi lebih berat. Penulis di rumah sering menghadapi beragam gangguan dan pengalihan konsentrasi setiap harinya dikarenakan banyak teman dan keluarga sendiri yang tidak begitu memperhatikan bahwa  menulis merupakan pekerjaan serius yang membutuhkan waktu khusus, momentum dan suasana untuk bisa fokus kepada apa yang akan ditulis. Dan bahkan banyak teman dan keluarga kita sendiri yang kurang menyadari bahwa proses mencari inspirasi dan proses kreatif juga merupakan suatu bisnis yang penting. Terkadang cukup baik juga untuk menentukan batasan tertentu dengan orang-orang tercinta yang ‘mengganggu’ dan ‘kurang menghargai’ waktu menulis kita, karena kebanyakan orang berpikiran bahwa menulis (di rumah) bukanlah hal yang terlalu penting atau hal itu hanya sekedar hobi belaka.

Perlakukan menulis online layaknya bisnis freelance, dan tentukan ruang kerja pribadi dimana Anda tidak mudah diganggu selama proses menulis (hal ini bisa apa saja, seperti menetapkan ‘sudut tenang’ di rumah, atau ruangan menulis khusus yang memiliki pintu tertutup sehingga bisa ditempeli tulisan “harap tenang/jangan diganggu, saya sedang menulis”). Tentukan berapa jam Anda akan menulis di setiap minggunya dan ciptakan waktu pada hari kerja dimana Anda tidak ingin diganggu dengan banyak pengalihan fokus Anda menulis, hal tersebut dapat membantu Anda untuk meningkatkan produktivitas menulis. Tegaskan kepada teman, tetangga atau keluarga Anda dan nyatakan bahwa Anda akan melakukan bisnis menulis secara serius dan berharap mereka dapat menghargai waktu Anda untuk menulis.

Batasi waktu lingkungan sosial Anda

Penggunaan waktu untuk berinteraksi sosial secara tidak bertanggung jawab seperti di twitter dan facebook dapat berpengaruh besar terhadap waktu harian menulis Anda. Apabila Anda mengulas kembali waktu yang telah Anda habiskanuntuk online selama seminggu, berapa lama-kah Anda melakukan aktivitas sosial secara online dibandingkan waktu menulis Anda dan mempublikasikannya secara online? Tentu saja mempromosikan artikel melalui Twitter dan Facebook sangatlah efektif, tetapi usaha ini haruslah benar-benar sesuai dengan kegiatan menulis yang sesungguhnya, yaitu menciptakan ‘karya tulis’ Anda. Dan jika Anda memang ketagihan berinteraksi sosial secara online, Anda harus mau untuk mengontrol diri Anda sendiri untuk tidak lantas terlarut didalamnya dengan mendisiplinkan diri memangkas waktu berinteraksi.

Hormatilah tujuan Anda sendiri dalam menulis dengan mengenyampingkan terlebih dahulu waktu-waktu  untuk mengecek situs facebook, awali dahulu dengan membalas email-email yang penting, lalu langsung kerjakan proyek menulis Anda. Perlakukanlah situ seperti facebook dan twitter sebagai hiburan dan waktu istirahat saja setelah Anda mengutamakan waktu Anda untuk menulis.

Rapikan ‘Kekacauan’

Bila tempat menulis Anda berantakan dan Anda merasa tidak nyaman tiap kali memasuki ‘ruang kerja’ Anda sendiri, bagaimana Anda bisa terinspirasi untuk menulis? Banyak penulis yang jatuh pada perangkap pemikiran bahwa semakin kacaunya meja Anda adalah tanda bahwa tingkat kejeniusan kreativitas Anda tinggi, namun kebanyakan semua kekacauan itu lebih sering membuat Anda merasa tidak nyaman, gugup, tidak fokus dan justru membuat ‘mood’ jadi hambar.

Dengan membersihkan tempat Anda berkarya, sebagai seorang penulis tentu akan meningkatkan produktivitas Anda dan menaikkan pendapatan Anda. Setidaknya ada pemikiran bahwa Anda menyayangi tempat kerja Anda sendiri untuk menulis dan menghasilkan uang. Tempat kerja yang menenagkan, rapi dan tampak ‘mengudang’ akan membuat pikiran Anda jernih dan tenang yang memacu Anda untuk memulai menulis. Bila kekacauan tempat kerja Anda sudah terlampau banyak sehingga sulit mengaturnya sendirian, setidaknya mulailah rapikan dahulu salah sudut tempat Anda bekerja, bersihkan lalu teruskan, semakin Anda peduli terhadap keteraturan Anda akan merasa segar. Bisa juga minta bantuan teman dan keluarga untuk membereskan barang-barang Anda yang berceceran, kumpulkan buat acara lelang untuk amal atau mungkin bisa di daur ulang.  Ingat, tempat menulis Anda adalah tempat yang sangat sakral.

Buatlah Rencana Menulis

Bila Anda tidak memiliki alasan kuat mengapa Anda ingin menjaid penulis, dan bagaimana cara meraih impian Anda, lalu bagaimana Anda akan melanjutkan kegiatan menulis Anda? Dalam rangka mewujudkan cita-cita menulis Anda, Anda harus memiliki tujuan keuangan dan stok kreativitas  kemudian buatlah tahapan yang realistis untuk menggapainya. Dan di akhir tahun, luangkan waktu untuk mengulas kembali semua tulisan Anda yang telah terpublikasi dan bandingkan dengan penghasilan yang Anda dapatkan, lalu tAndai tulisan manakah yang paling menguntungkan.

Tentukan tujuan yang spesifik dan terukur yang dipecah lagi menjadi tujuan-tujuan yang kecil, lebih mudah diraih yang terbagi dengan langkah-langkah tindakan yang akan Anda lakukan untuk mencapainya.  Lihat kembali sumber penghasilan utama Anda setiap tahun, mungkin Anda ingin melakukan beberapa peluang ceruk kepenulisan, fokuskan pada artikel apa yang ingin Anda buat untuk menghasilkan jutaan rupiah. Sasaran tujuan lainnya bisa saja: meragamkan penghasilkan Anda dari mencoba situs menulis yang lain, menentukan jumlah artikel yang ingin dipublikasikan tiap minggunya atau tiap bulannya, atau membuat target pendapatan yang dapat Anda tentukan besarannya tiap bulan (missal, Anda ingin berpenghasilan 10 juta rupiah bulan depan, maka Anda harus menulis berapa banyak untuk mendapatkan uang sebanyak itu?).

Jadwal Istirahat Secara Berkala

Mungkin terdengar bertolakbelakang, tetapi menjadwalkan waktu istirahat selama hari-hari menulis Anda sesunggunya dapat membantu Anda menyelesaikan tulisan bila dibandingkan bila Anda meletihkan diri hanya untuk menulis secara non stop. Anda mungkin berpikiran bahwa memaksa diri Anda untuk menulis dengan jam yang panjang hingga Anda menyelesaikan target tulisan harian Anda adalah sesuatu yang aktif, namun mengambil sedikit waktu untuk beristirahat sejenak sesungguhnya benar-benar dapat membantu Anda kembali memfokuskan pikiran dan memberikan Anda inspirasi baru yang lebih segar. Bila Anda merasa letih dan buntu, maka berbuat bailah pada diri Anda sendiri lalu bangkitlah sejenak dari kursi Anda, meminum sedikit kopi atau the dan merenggangkan tubuh Anda selama beberapa menit, kesemuanya itu dilakukan untuk meningkatkan produktivitas.

Dengan sedikit keberuntungan dan banyak usaha keras, Anda akan meraih tulisan impian Anda. Jangan biarkan diri Anda terbawa arus yang dapat melumpuhkan kesuksesan Anda menjaid seorang penulis freelance. Dengan menerapkan tips produktif menulis ini dan bekerja secara cerdas Anda berada pada jalan untuk membangun pertumbuhan bisnis menulis online.

Selamat menulis!

Salam,

AW

First published on 16/12/2011, 00:30 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Muhammad Yunus dan Grameen Bank, Pencetus Bank “Wong Cilik”

Sumber : ifekhar.us

Sumber : ifekhar.us

Sosoknya kurang dikenal oleh masyarakat Indonesia. Siapa Muhammad Yunus? Kecuali para akademisi dan aktivis sosial, tidak banyak yang mengenalnya. Namanya mulai terdengar di kalangan lebih luas ketika beliau dan Grameen Bank menerima Hadiah Nobel Perdamaian tanggal 13 Oktober 2006 silam. Terlebih dengan terbitnya buku beliau bulan April 2007 lalu di Indonesia yang berjudul Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, yang sesungguhnya telah terbit 10 tahun lalu di Perancis dengan judul Vers un monde sans pauvrete. Sejak terbitnya buku ini, nama Muhammad Yunus semakin dikenal.

Dia adalah seorang profesor ekonomi kebanggaan Bangladesh, akademisi sekaligus sebagai praktisi, juga menjadi aktivis kemerdekaan Bangladesh. Muhammad Yunus adalah perintis dan pendiri Grameen Bank, bank yang memberi kredit kepada kaum miskin dan sebagian besar adalah perempuan. Sekarang ini, dengan penerapan, adaptasi, dan modifikasinya di berbagai negara, bank ini telah menjadi lambang keberdayaan kaum miskin di Bangladesh, juga pada lebih dari 100 negara di 5 benua.

Yunus lahir di tengah-tengah keluarga sederhana di kawasan perajin perhiasan, di jantung kawasan niaga lama di Chittagong, kota pelabuhan terbesar di Bangladesh. Ayahnya, Dula Mia, adalah seorang pria muslim yang taat, halus perasaannya namun ketat mengenai jadwal belajar anak-anaknya. Ibunya, Sofia Khatun adalah seorang wanita yang keras dan tegas dalam menegakkan disiplin dalam keluarga. Namun dibalik ketegasannya itu, Sofia Khatun memiliki rasa iba yang tinggi, baik hati dan tak pernah merasa keberatan untuk memberikan uang kepada kerabat miskin yang datang mengunjungi keluarga. Perhatian Sofia Khatun terhadap kaum miskin dan tidak beruntung menjadi pertimbangan yang kuat bagi Yunus untuk memilih ilmu ekonomi dan berminat besar pada perubahan sosial.

Pada umur 21 tahun, yang merupakan tahun kelulusannya di Universitas Chittagong, Muhammad Yunus langsung ditawari sebagai dosen pengajar di almamaternya. Sembari menjadi pengajar, Yunus muda mulai melirik dunia bisnis, belajar dari sang ayah yang menjadi perajin dan pedagang ornamen permata. Pabrik bahan pengepakan dan percetakan denga 100 orang pekerja adalah usaha yang dirintisnya pertama kali, dengan ayahnya sebagai komisaris utama. Usahanya sukses dengan keuntungan tahunan yang menggembirakan.

Tahun 1965, di usianya yang ke-26, Yunus mendapatkan beasiswa Fullbright untuk belajar di University of Colorado dan mendapatkan gelar Ph.D-nya di sana, kemudian mengajar di Middle Tennessee State University. Pada tahun 1971, dari siaran radio, Yunus mengetahui bahwa tentara Pakistan telah bergerak masuk ke wilayah Bangladesh dan memblokir semua oposisi. Sejak itu, Yunus yang di masa kecilnya menyaksikan perjuangan kemerdekaan Pakistan dari India, kemudian menjadi aktivis untuk kemerdekaan Bangladesh dari Pakistan dan mempunyai peran penting atas kemerdekaan negeri tersebut.

Tahun 1972, Yunus kembali ke Chittagong dan menjadi dekan di fakultas ekonomi Universitas Chittagong. Universitas-universitas di Bangladesh saat itu dibangun sejauh mungkin dari pusat kota atas perintah Marsekal Muda Ayub Khan, presiden Bangladesh, untuk menghindari pembangkangan mahasiswa terhadap pemerintah. Demikian juga Universitas Chitagong yang dibangun di perbukitan tandus dan bersebelahan dengan Jobra, sebuah desa miskin yang kemudian menginspirasi Yunus.

Tahun 1974, Bangladesh mengalami bencana kelaparan. Orang-orang sekurus tengkorak mulai bermunculan di ibukota Dhaka, di stasiun-stasiun kereta api dan di terminal-terminal, dan segera memenuhi ibukota. Begitu parahnya, sehingga ketika mereka duduk terdiam, amat sulit untuk membedakan mereka masih hidup atau sudah mati. Semuanya kelihatan mirip: orang tua terlihat seperti anak-anak, dan anak-anak terlihat seperti orang tua. Merasa tidak bisa tenang dan tidak berbuat apa-apa atas bencana tersebut, Yunus segera bertemu Abu Fazal, seorang pemerhati sosial, untuk membuat seruan kepada seluruh kampus dan tokoh-tokoh nasional untuk melawan kelaparan. Selesai dengan itu, Yunus segera mefokuskan perhatiannya di bidang pangan: pertanian.

Yunus menjalankan sistem bagi hasil yang disebutnya Pertanian Tiga Pihak di desa Jobra. Yunus berandil pada biaya bahan bakar pompa artesis, bibit tanaman unggul, pupuk, insektisida, dan pengetahuan teknis. Pihak kedua buruh tani menyumbangkan tenaganya dan pihak ketiga pemilik lahan. Walaupun sangat sulit meyakinkan semua pihak, dan Yunus sendiri merugi 13.000 taka, program ini berhasil. Untuk pertama kalinya, padi-padi berdiri tegak bagaikan permadani hijau di musim kemarau.

Yunus segera menyadari akan keberadaan pekerja perempuan yang tugasnya mengirik gabah dari batangya. Hanya demi 40 sen dolar, perempuan-perempuan itu memanfatkan bobot tubuh dan gerakan kaki tanpa alas untuk mengirik padi selama 10 jam sehari! Kaum perempuan itu banyak yang janda karena suaminya meninggal, cerai dan ditinggal pergi begitu saja dengan meninggalkan banyak anak. Mereka bahkan terlalu miskin sebagai butuh tani. Program Pertanian Tiga Pihak menyisakan kenyataan bahwa pemilik lahan yang berlahan luas semakin kaya dan kamu buruh yang miskin semakin miskin.

Yunus tidak setuju bahwa orang miskin itu pemalas dan tidak punya keahlian. Dia percaya bahwa orang miskin hanya tidak memiliki kesempatan. Yunus seringkali berjalan-jalan mengelilingi desa dan mencoba untuk lebih dekat dengan kaum miskin desa. Suatu kesempatan dia dia terperanjat atas kenyataan seorang perempuan desa meminjam 5 taka (22 sen dolar) untuk membeli bahan baku membuat bangku dari anyaman bambu dan harus menjualnya kepada rentenir seharga 5 taka 50 poysha. Keuntungannya hanya 50 poysha dan itu setara 2 sen dollar! (coba kita renungi kawan, ini sama halnya menjadikan perempuan itu sebagai budak! Di antara kita pasti tak ada yang merasa kesusahan hanya karena ketiadaan uang senilai 22 sen dollar).

Sumber : touchline.com

Sumber : touchline.com

Kemudian Yunus membuat daftar para korban rentenir. Jumlahnya 42 orang dengan total pinjaman 27 dollar dan dikeluarkannya dari kantungnya sendiri untuk membayar 27 dollar ini kepada rentenir. Orang-orang yang dibantu hanya dengan 27 dollar sangat gembira. Dari sinilah lahir ide untuk membuat suatu bank untuk kaum miskin; Bank Grameen (Grameen artinya pedesaan).

Yunus kemudian membicarakan mengenai kredit untuk kaum miskin kepada manajer bank di samping universitas. Usulnya tidak disetujui karena kaum miskin dianggap tidak layak menerima kredit, bahkan keuntungannya pun tidak mampu menutupi biaya administrasi. Yunus mengajukan diri sebagai penjamin kredit. Usulnya disetujui. Suatu hal yang menggembirakan, orang-orang miskin itu membayar pinjamannya tepat waktu. Bagi kaum miskin, kredit itulah menjadi kesempatan untuk mengubah keadaan, dan tidak membayar pinjaman sama halnya untuk tidak mendapat pinjaman selanjutnya. Inilah letak jaminan yang sesungguhnya.

Sumber : steundewereld.com

Sumber : steundewereld.com

Tahun 1983, Bank Gramenn berhasil berdiri. Penggeraknya adalah mahasiswa-mahasiswi Yunus yang sejak awal telah menjadi sukarelawan. Bagi para mahasiswa-mahasiswi tersebut, menjadi pegawai Bank Grameen adalah menjadi petualang, mereka menjadi biasa jalan berkilo-kilo meter untuk menemui nasabah dan berusaha meyakinkan kaum miskin, khususnya perempuan, untuk meminjam uang dengan bunga yang amat kecil sebagai modal kerja; suatu hal yang sangat baru bagi perempuan Bangladesh saat itu.

Banyak tantangan yang dilalui sejak Grameen berdiri. Banjir besar yang melanda 1981, 1985, 1987, dan terutama 1988 yang menimbulkan korban 150 ribu jiwa, juga bencana tornado yang melanda distrik Manikganj 1989. Bencana-bencana ini sangat berpengaruh terhadap kepercayaan diri para peminjam. Untuk itu, para pegawai bank segera manjadi sukarelawan, menyelamatkan orang sebanyak mungkin, menyiapkan tempat perlingdungan, obat, dan makanan. Menyiapkan bibit cadangan untuk ditanam, uang tunai untuk membeli ternak baru dan bentuk pinjaman bencana lainnya.

Pro-kontra mewarnai perkembangan Bank Grameen. Kaum Kiri menuduh Yunus bahwa Grameen konspirasi Amerika untuk menanamkan kapitalisme di antara kaum miskin dan bahwa tujuan riil Grameen adalah menghancurkan setiap harapan bagi sebuah evolusi dengan menghilangkan keputusasaan dan kemaraah kaum melarat. Di Sisi Kanan, ulama konservatif menyatakan bahawa Grameen menghancurkan budaya dan agama.

Hingga pada akhirnya Pemenang Nobel asal Bangladesh, Muhammad Yunus akhirnya mengundurkan diri dari Grameen Bank, sepekan setelah Mahkamah Agung menolak gugatannya. Yunus akan mundur dari jabatannya sebagai Managing Director Grameen Bank, dan digantikan oleh wakilnya, Nurjahan Begum.

“Saya mengambil langkah ini tanpa prasangka pada masalah hukum yang diangkat sebelum Mahkamah Agung dan untuk mencegah gangguan yang tak semestinya di Grameen Bank,” ujar Yunus dalam rilisnya seperti dikutip dari AFP, Jumat (13/5/2011).

Yunus, 70 tahun, dicopot oleh Bank Sentral Bangladesh dari jabatannya sebagai pemimpin bank yang fokus pada kredit mikro tersebut pada 2 Maret karena dinilai melebihi usia pensiun 60 tahun. Tapi dia melawan perintah itu dengan mengajukan gugatan yang kemudian ditolak oleh Mahkamah Agung pada 5 Mei.

Pencopotan Yunus merupakan puncak pertikaian dengan pemerintah yang dipimpin Liga Awami. Dia pecah dengan PM Sheikh Hasina di 2007 ketika berusaha membentuk partai baru.

Pemerintah Bangladesh memiliki 25% saham di Grameen yang merintis konsep kredit usaha kecil ke kalangan orang miskin yang kemudian ditiru di seluruh dunia.

Pria yang dianggap sebagai perintis kredit mikro ini berharap pengunduran dirinya akan tidak akan menimbulkan kesulitan bagi kolega dan 8 juta nasabahnya serta pemilik bank.

Pemerintah Bangladesh kini sedang mempelajari sejumlah rekomendasi dari badan investigasi untuk secara radikal merestrukturisasi Grameen Bank dan perusahaan ‘saudaranya’, termasuk merombak jajaran dewan di Grameen Bank.

“Saya berharap Grameen Bank akan terus beroperasi untuk menjaga independensi dan karakter dan bergerak ke depan meski mendapatkan kesuksesan yang lebih besar,” ujar Yunus.

Apapun kontroversi itu, tahun 2006, Grameen telah mengucurkan pinjaman kredit ke hampir 7 juta orang miskin di 73.000 desa Bangladesh, 97 persen adalah kaum perempuan. Grameen memberikan kredit bebas agunan untuk mata pencaharian, perumahan, sekolah, dana pensiun, asuransi, dan usaha mikro untuk keluarga-keluarga miskin. Sejak diperkenalkan 1984, KPR telah dipakai untuk membangun 640.000 rumah. Secara kumulatif, kredit yang diberikan mencapai angka 6 milyar dollar. Tingkat pengembalian 99 persen. Dan yang lebih membanggakan, Grameen sejak 1995 telah mandiri secara finasial dan tidak lagi mengandalkan donor.

Yunus juga menitik beratkan pada pendidikan, dengan 30.000 beasiswa tiap tahunnya. Terdapat kredit perkuliahan dengan 13.000 mahasiswa yang telah menerima kredit tersebut. Beberapa di antaranya telah bergelar Ph.D dan banyak lagi yang menapaki jenjang pendidikan tinggi; menjadi dokter, insinyur, dosen dan profesi-profesi lain.

Grameen telah melampui kredit mikro, Grameen telah mengembangkan sayap ke bidang-bidang lain. Fisheries Foundation yang nir-laba di bidang perikanan, Grameen Uddog (juga nirlaba) sebagai penghubung penenun tradisional terhadap pasar ekspor, kemudian operator telekomunikasi: GrameenPhone (yang untuk mencari laba. Hasil patungan Telenor Norwegia dan Grameen Telecom) dan Grameen Telecom (nir-laba). Yang menarik adalah Grameen Telecom yang membeli airtime dari GrameenPhone, di mana ibu-ibu di desa menjadi ”ibu-ibu ponsel” (telephone lady) dengan menjual jasa yang namanya ”telpon desa berbayar”, hingga menghubungkan desa ke dunia luar dan memenuhi kebutuhan IT bagi penduduk desa.

Yunus dan Grameen Bank bukanlah pilihan yang salah untuk diberikan Hadiah Nobel Perdamaian. Terlepas dari pro-kontra metodenya, Yunus dan Grameen telah membuktikan andil mereka dalam memberantas kemiskinan dan membuka mata seluruh dunia bahwa kemiskinan bukan mustahil untuk dilawan. Kapan giliran orang Indonesia?

Sumber: Bank Kaum Miskin: Kisah Yunus dan Grameen Bank Memerangi Kemiskinan, 2007,

http://finance.detik.com, 2011

 

Salam,

AW

First published on 10/12/2011, 18:38 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Milyarder Muda Dunia yang Kaya karena Internet

Sumber: forbes.com

Sumber: forbes.com

Tidak salah kiranya kita menyebut era sekarang ini dengan era informasi, karena dengan informasi semua pekerjaan kita dan bisnis kita menjadi lebih lancar dan berkembang. Dunia informasi sekarang sudah menjadi barometer bagi masyarakat, baik dalam menemukan ide-ide baru, trend-trend baru, maupun manfaat-manfaat lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kehidupan kita. Kita lihat sekarang ini, karena muncul ide-ide baru yang diperoleh dari informasi, banyak orang mulai timbul niat untuk berbisnis atau menjadi pebisnis.

Dikutip dari erabaru.com, sebuah media bisnis terkemuka di Amerika, belum lama ini merilis informasi penting bagi para pebisnis yang ingin mengetahui bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang. Bisnis yang menjanjikan tersebut adalah :

  1. Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya
  2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
  3. Software
  4. Jasa ketenagakerjaan
  5. Konsultasi: management,science, dan teknis
  6. Home Health Care
  7. Jasa penasihat keuangan pribadi
  8. Jasa perawatan anak
  9. Seni, hiburan, dan rekreasi
  10. Film/video

Dari data tersebut, terlihat bisnis nomor satu yang paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang adalah internet bisnis. Dengan mengetahui peluang yang potensial tentang bisnis internet, sebenarnya menjadi suatu isyarat bagi kita yang ingin melangkah menjadi pebisnis, yaitu mulai sekarang mempersiapkan diri membekali pengetahuan tentang media yang berbasis internet. Setidaknya jika kita ingin menjadi pebisnis dengan menciptakan produk sendiri, kita pasti harus memikirkan juga bagaimana memasarkan produk kita tersebut, baik offline maupun online tentunya.

  1. Michael Dell, Pendiri dan CEO Dell Computers.
Sumber: markcthompson.com

Sumber: markcthompson.com

Ia memulai debutnya pada usia 19 tahun. Dell meluncurkan komputernya pada 1984 tepat sebelum putus kuliah dari University of Texas. Melalui penjualan langsung, Dell menjual komputer dengan harga lebih murah sehingga mendapatkan banyak pelanggan. Pada usia ke 24, perusahaannya meraup pendapatan US$ 258 juta. diperkirakan kekayaan terakhirnya sebesar US$ 13,5 miliar. Saat ini ia berusia 45 tahun.

Ia berpesan kepada pengusaha muda yang akan merintis usaha, “Anda harus bergairah dengan usaha itu. Lakukan yang benar-benar anda cintai dan membuat anda bersemangat,” ujarnya ketika diwawancarai dengan Academy of Achievement.

  1. Catherine Cook
Sumber: yhponline.com

Sumber: yhponline.com

Ia adalah pendiri myyearbook.com yang memulai bisnis pada usia 18 tahun. Pada 2005, Catherine dan adiknya mendirikan situs jejaring sosial yang berfungsi seperti buku tahunan digital. Isinya, berupa gambar teman, juga mata uang virtual yang sering disebut “lunch money”. Saat ini ia memiliki 20 juta anggota dan merupakan salah satu dari 25 situs web yang paling populer di AS. Saat ini ia berusia 20 tahun.

Kunci yang ia pegang yaitu,”Berhenti berpikir mengenai suatu hal, namun buatlah hal itu terjadi.”

Menurutnya, masa-masa di usia muda adalah waktu terbaik untuk memulai bisnis sendiri. Sebab, pada saat masih muda, anda tidak mempunyai tanggung jawab seperti halnya saat anda tua. “Seandainya anda gagal sekarang, setidaknya anda telah mempunyai pengalaman pertama yang membuat anda sukses berikutnya,” ujarnya.

  1. Sean Belnick, pendiri BizChair.com
Sumber: distinctioneducation.org

Sumber: distinctioneducation.org

Ia mulai mendirikan situsnya sejak usia 16 tahun. Belnick menjual perabot bisnis online selama hampir satu dekade. Namun ia baru lulus dari Sekolah Bisnis Goizueta Univeritas Emory.

Menurutnya untuk memulai sesuatu, tidak ada kata terlalu dini. Ketika berumur 14 tahun, ia menemukan banyak info di internet. “Lakukan penelitian dan temukan cara untuk melakukan apa yang ingin anda lakukan,” itu sarannya.

  1. Juliette Brindak, pendiri/CEO MissOandFriends.com.
Sumber: magazine.wustl.edu

Sumber: magazine.wustl.edu

Perempuan yang saat ini berusia 21 tahun ini memulai usahanya pada usia 19 tahun. Meski tak mau membocorkan berapa kekayaannya pada saat menjadi jutawan, namun nilai perusahaannya mencapai US$15 juta ketika ia masih berusia 19 tahun.

Pada umur 10 tahun, Brindak memulai dengan melukis kartun seorang gadis yang “keren” dan menjadi bintang di situs komunitas remaja pada 2005.

Ia mempuyai saran: Carilah tim solid untuk mendukung ide anda.”Jika seseorang mulai meragukan perusahaan anda, serta apa yang anda lakukan, anda harus singkirkan mereka”. Wow!

Salam,

AW

First published on 08/11/2011, 15:59 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

10 Jenis Bisnis paling menjanjikan di  masa depan  

Sumber: thesocialbusinessfuture.com

Sumber: thesocialbusinessfuture.com

Tidak salah kiranya kita menyebut era sekarang ini dengan era informasi, karena dengan informasi semua pekerjaan kita dan bisnis kita menjadi lebih lancar dan berkembang. Dunia informasi sekarang sudah menjadi barometer bagi masyarakat, baik dalam menemukan ide-ide baru, trend-trend baru, maupun manfaat-manfaat lain yang berkaitan dengan peningkatan kualitas kehidupan kita. Kita lihat sekarang ini, karena muncul ide-ide baru yang diperoleh dari informasi, banyak orang mulai timbul niat untuk berbisnis atau menjadi pebisnis.

Dikutip dari erabaru.com, sebuah media bisnis terkemuka di Amerika, belum lama ini merilis informasi penting bagi para pebisnis yang ingin mengetahui bisnis yang prospeknya paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang. Bisnis yang menjanjikan tersebut adalah :

  1. Internet Bisnis, data processing dan jasa informasi lainnya
  2. Sistem komputer dan jasa yang berhubungan dengannya
  3. Software
  4. Jasa ketenagakerjaan
  5. Konsultasi: management,science, dan teknis
  6. Home Health Care
  7. Jasa penasihat keuangan pribadi
  8. Jasa perawatan anak
  9. Seni, hiburan, dan rekreasi
  10. Film/video

Dari data tersebut, terlihat bisnis nomor satu yang paling menjanjikan hingga lebih dari 10 tahun mendatang adalah internet bisnis. Dengan mengetahui peluang yang potensial tentang bisnis internet, sebenarnya menjadi suatu isyarat bagi kita yang ingin melangkah menjadi pebisnis, yaitu mulai sekarang mempersiapkan diri membekali pengetahuan tentang media yang berbasis internet. Setidaknya jika kita ingin menjadi pebisnis dengan menciptakan produk sendiri, kita pasti harus memikirkan juga bagaimana memasarkan produk kita tersebut, baik offline maupun online tentunya.

Salam,

AW

First published on 8/12/2011, 115:25 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Peluang Bisnis dengan Blog

Sumber: smallfuel.com

Sumber: smallfuel.com

  1. Ini mungkin yang paling umum dilakukan orang. Dan tidak sedikit juga blogger Indonesia yang sudah mendapat jutaan rupiah per bulannya. Program iklan yang paling banyak dipakai seperti Google Adsense, WidgetBucks, dan Text Link Ads.
  2. Affiliate Program.Banyak sekali affiliate program yang bisa anda ikuti. Misalnya seperti Master Kaya yang saya kelola yang sudah membantu ribuan orang lepas dari kemelaratan. Atau affiliate program luar negeri yang cukup bagus seperti Clickbank, Linkshare, Commission Junction, dan Amazon.
  3. Iklan langsung.Anda pun punya kesempatan menambah pundi-pundi uang lewat iklan secara langsung. Maksudnya, perusahaan atau lembaga yang tertarik berpromosi lewat blog anda, bisa langsung memasang iklan tanpa perantara. Anda pun bisa jemput bola dengan menawarkannya kepada mereka. Tapi tentu mereka tak mau asal pasang iklan. Tetap juga dilihat apakah blog anda trafficnya tinggi, pengunjung blog anda sesuai dengan target market perusahaan, dan citra      blog anda tidak menganggu citra perusahaan.
  4. Blog network.Bergabung dengan blog network bisa menambah pemasukan anda. Biasanya blog network yang anda ikuti juga akan membagikan penghasilan dari iklan yang diperoleh.
  5. Menjual Blog.Anda bisa buat blog dengan tujuan untuk dijual kembali. Jika blog anda trafficnya tinggi, biasanya banyak yang tertarik membeli. Di luar negeri, hal ini sudah biasa terjadi. Jadi anda tinggal buat blog, kemudian menjualnya dengan harga tinggi. Lalu anda tinggal buat blog baru untuk dikembangkan lagi dan dijual lagi.
  6. Jual merchandise.Jika blog anda sudah memiliki banyak penggemar, anda bisa meraup lebih banyak uang dengan menjual merchandise bertuliskan blog anda. Misal bentuknya berupa kaos, mug, atau kalender.
  7. Konsultan Blog.Anda bisa menjadi konsultan bagi orang-orang yang berniat membuat blog. Anda bisa pasang tarif untuk setiap konsultasi. Di luar negeri, profesi konsultan blog ini sudah berkembang pesat. Dan di negeri kita, profesi ini sudah mulai menggeliat. Dengan mulai tumbuhnya blog korporat, Anda pun bisa menyasar perusahaan-perusahan sebagai calon klien anda.
  8. Anda bisa buat seminar tentang dunia blog. Atau temanya spesifik seperti blog yang anda punya. Ini salah satu cara untuk meraup lebih banyak lagi uang masuk ke kantong anda.
  9. Bisnis Menulis Blog.Karena isi blog terutama tulisan, ini juga bisa anda jadikan peluang sumber penghasilan. Anda bisa tawarkan diri untuk mengisi blog-blog orang lain.
  10. Menulis di media massa.Bukan hanya menulis di blog sendiri atau blog orang lain, anda pun bisa menulis di media konvensional seperti koran atau majalah. Anda bisa cantumkan profesi sebagai blogger. Anda juga bisa membuat buku tentang dunia blog atau tema lainnya. Selain aliran uang makin deras, nama anda juga akan makin berkibar.

 

Salam,

AW

First published on 8/12/2011, 15:13 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)

Penyakit Kista

Sumber: penyakitkista.org

Sumber: penyakitkista.org

Kista polycystic ovary disease adalah tumor iinak di dalam organ reproduksi perempuan yang paling sering ditemui. Bentuknya kistik, berisi cairan kental, dan ada pula yang berbentuk anggur. Kista juga ada yang berisi udara, cairan, nanah, ataupun bahan-bahan lainnya. Kista termasuk tumor jinak yang terbungkus selaput semacam jaringan. Kumpulan sel-sel tumor itu terpisah dengan jaringan normal di sekitarnya dan tidak dapat menyebar ke bagian tubuh lain. Itulah sebabnya tumor jinak relatif mudah diangkat dengan jalan pembedahan, dan tidak membahayakan kesehatan penderitanya.

Berdasarkan tingkat keganasannya, kista dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

  1. Kista non-neoplastik

Kista non-neoplastik bersifat jinak dan biasanya akan mengempis dengan sendirinya setelah dua atau tiga bulan.

  1. Kista neoplastik.

Kista kneoplastik umumnya harus dioperasi, namun tetap tergantung pada ukuran dan sifatnya, apakah membahayakan atau tidak.

Selain pada ovarium kista juga dapat tumbuh di vagina dan di daerah vulva (bagian luar alat kelamin perempuan). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, duktus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea serta inklusi epidermal.

Gejala-gejala Kista

Kista dapat memberikan berbagai keluhan seperti nyeri sewaktu haid, nyeri perut bagian bawah, sering merasa ingin buang air besar atau kecil, dan pada keadaan yang sudah lanjut dapat teraba benjolan pada daerah perut. Untuk jenis kista folikel, biasanya tidak memberikan rasa nyeri. Sehingga kebanyakan penderita tidak menyadarinya. Namun, jika kista pecah, misalnya saat berhubungan seksual, penderita akan merasa nyeri yang bertambah bila melakukan aktivitas fisik berat.

Tidak seperti kista folikel, kista korpus luteum umumnya memberikan nyeri hanya pada satu sisi dari perut bagian bawah. Penderita juga mengalami perubahan pola haid, misalnya terlambat haid atau pendarahan diantara periode haid. Pendarahan vagina yang hebat dan tidak teratur jika berlangsung kronik dapat berakibat pada anemia. Nyeri perut yang timbul biasanya hebat dan dapat disertai mual dan muntah. Pembesaran perut juga sering terjadi pada beberapa jenis kista yang cenderung tumbuh makin besar.

Selain pada ovarium, kista dapat juga tumbuh di vagina dan daerah vulva (bagian luar alat kelamin wanita). Kista yang tumbuh di daerah vagina, antara lain inklusi, ductus gartner, endometriosis, dan adenosis. Sedangkan kista yang tumbuh di daerah vulva, antara lain pada kelenjar bartholini, kelenjar sebasea, serta inklusi epidermal.

Kista umumnya tidak disertai dengan keluhan atau gejala spesifik. Keluhan biasanya akan muncul jika ukuran kista sudah membesar dan letaknya mengganggu organ lain di sekitarnya. Jika si penderita menekan saluran kemih, usus, saraf, atau pembuluh darah besar di sekitar rongga panggul, maka akan menimbulkan keluhan berupa susah buang air kecil dan buang air besar, gangguan pencernaan, kesemutan, atau bengkak pada kaki.

Kista memang tumor yang jinak, namun 20-30% kista dapat berpotensi menjadi ganas. Keadaan itu ditandai dengan terjadinya pembesaran tumor dalam waktu singkat sehingga memicu tumbuhnya kanker.

Pasalnya, sampai sekarang belum diketahui secara pasti faktor-faktor penyebab tumbuhnya kista dalam tubuh seorang wanita dan cara pencegahannya pun belum terungkap dengan jelas. Ada penelitian yang menyatakan bahwa penyebab terbentuknya kista pada ovarium adalah gagalnya sel telur untuk berovulasi. Dalam siklus reproduksi, satu sel telur dalam ovarium wanita setiap bulannya akan mengalami ovulasi, yaitu keluarnya inti sel telur dari folikel untuk kemudian ditangkap serabut fimbria dan ditempatkan di saluran ovarium, dan siap dibuahi jika bertemu sperma. Folikel yang sudah kehilangan inti sel telur itu disebut dengan corpus luteum, yang secara normal akan mengalami degenerasi dan hilang diserap tubuh.

Namun, ada kalanya proses keluarnya inti sel telur dari dalam folikel gagal terjadi. Sel telur yang gagal berovulasi tersebut lama-kelamaan dapat berubah menjadi kista. Selain itu, dapat pula terjadi kegagalan penyerapan corpus luteum oleh tubuh. Keadaan itu dapat pula berpotensi menyebabkan kista.

Selain disebabkan oleh kelainan pada sel telur (folikel), kista di ovarium juga dapat tumbuh begitu saja. Kista semacam itu terdiri atas selaput yang berisi darah kental dan sering disebut sebagai endometriosis.

Seiring dengan berjalannya waktu, kista akan terus mengalami pembesaran. Dalam jangka waktu tertentu, kista terus tumbuh hingga diameternya mencapai puluhan sentimeter. Sebenarnya tidak ada patokan mengenai ukuran besarnya kista sehingga berpotensi untuk pecah. Pecahnya kista dapat menyebabkan pembuluh darah menjadi rusak dan menimbulkan terjadinya perdarahan yang dapat berakibat fatal.

Cara yang paling efektif untuk mengatasi kista yaitu:

  1. Dengan mengangkat kista melalui operasi.

Namun, tindakan pengobatan tersebut hingga kini belum memberikan hasil yang memuaskan. Tindakan operasi pengangkatan kista tidak menjamin kista tidak akan tumbuh kembali nantinya. Selama seorang wanita masih memproduksi sel telur, maka potensi untuk tumbuh kista akan tetap ada. Namun, dengan meningkatnya pengetahuan serta kesadaran kaum wanita saat ini untuk memeriksakan organ reproduksinya merupakan langkah awal yang tepat untuk mengurangi risiko terjadinya kista.

  1. Mengatasi Kista dengan Laparoskopi

Laparoskopi merupakan teknik pembedahan atau operasi yang dilakukan dengan membuat dua atau tiga lubang kecil (berdiameter 5-10 milimeter) di sekitar perut pasien. Satu lubang pada pusar digunakan untuk memasukkan sebuah alat yang dilengkapi kamera untuk memindahkan gambar dalam rongga perut ke layar monitor, sementara dua lubang yang lain untuk peralatan bedah yang lain.

Teknik ini disebut juga teknik operasi minimal invansif (Minimal Invansive Surgery). Namun, teknik ini tetap memiliki resiko bagi pasien, terutama karena saat melakukan operasi tersebut, dokter yang menangani memerlukan ruang dalam rongga perut sehingga memerlukan gas karbondioksida (CO2) untuk mengembangkan rongga perut, antara lain risiko yang dapat terjadi jika gas bertekanan tinggi tersebut masuk ke dalam pem- buluh darah.

Pantangan makanan bagi pasien kista:

– santan, alpukat, kuning telur

– seafood

– fastfood

– gorengan (bila menggoreng lebih baik menggunakan olive oil/minyak zaitun)

– susu sapi (ganti dg susu diet, misalnya WRP)

– susu kedelai, termasuk tahu tempe

– jeroan

– makanan2 manis, termasuk buah2an, misalnya lengkeng, rambutan, mangga.

Semoga artikel ini dapat membantu.

Salam,

AW

First published on 8/12/2011, 15:00 WIB

Migrated article from my old blog (asriwulandari.blogspot.com)